Menampilkan semua entri dengan kategori “Health”

Dampak-Dampak Menakutkan Penyakit Jantung Koroner pada Tubuh Anda

Penyakit jantung koroner terjadi karena arteri/saluran darah ke jantung menyempit akibat penumpukan plak pada dinding arteri. Dalam istilah kedokteran, ini disebut aterosklerosis. Plak-plak itu menahan laju aliran darah.
Akibatnya, aliran darah yang memasok oksigen ke jantung terhambat yang tentu saja membuat kebutuhan tubuh tidak terpenuhi dengan baik. Jika arteri tertutup penuh, itu bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Parah tidaknya kondisi jantung bergantung dari besar-tidaknya timbunan plak pada arteri menuju jantung. Beberapa gejala yang muncul saat seseorang menderita jantung koroner meliputi sesak dada, rasa takut yang tidak wajar, dan nafas menjadi pendek.
Dampak jantung koroner pada tekanan darah bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Timbunan plak yang terjadi membuat pembuluh darah menyempit sehingga menghambat kelancaran aliran darah.
Obat yang diberikan untuk mengatasi hal ini yaitu obat yang mampu menurunkan tekanan darah dan menurunkan kerja jantung yang terlalu berat juga ditambah obat yang mampu melancarkan aliran darah.

Dampak lainnya adalah penderita jantung koroner akan mengalami detak jantung yang tidak beraturan atau dalam istilah medis disebut aritmia. Detak jantung bisa tiba-tiba tinggi dan tiba-tiba rendah.
Pada level yang parah, bukan tidak mungkin hal itu akan menyebabkan terjadinya kondisi tidak sadar atau bahkan kematian. Gangguan detak jantung ini dapat terjadi sewaktu-waktu dan merupakan tanda peringatan penyakit jantung koroner.
Mengenai ritme detak jantung tersebut terdapat beberapa klasifikasi, yaitu yang disebut dengan sinus tachycardia (detak jantung yang cepat), sinus bradycardia (detak jantung lambat), ventricular tachycardia (detak jantung cepat dan tak beraturan di bagian bawah jantung), atau atrial fibrillation (getaran di bagian atas jantung).

Tidak hanya itu, penyakit jantung koroner juga bisa menyebabkan kerusakan di organ-organ lainnya. Ginjal dan liver biasanya yang mendapatkan efek buruk dari kerusakan di organ jantung tersebut.
Padahal, keduanya merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh. Ginjal punya fungsi untuk menyaring pembuangan dari darah. Begitupun dengan liver yang punya fungsi untuk menyarikan makanan yang kita makan.
Jika keduanya tidak mampu bekerja dengan normal, sudah jelas alamat buruk bagi tubuh sebab organ-organ penting telah kehilangan fungsinya dengan baik dan pasti akan menyebabkan terjadinya kekacauan dalam tubuh.

Ibaratnya, seperti negara yang para pemimpinnya telah lumpuh sehingga tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, maka pasti negara itu dalam masalah besar. Demikian pula tubuh kita apabila sistem dalam tubuh kita rusak.

Menyembuhkan Jantung Koroner

 

Sejumlah bahan-bahan dari tumbuhan mampu mengatasi penyakit jantung koroner seperti Noni Juice dan Sarang Semut. Kedua herbal tersebut mampu menghancurkan penyumbatan yang terjadi pada arteri, melancarkan peredaran darah, dan mengontrol irama jantung agar kembali normal.
Pada kasus darurat seperti serangan jantung, penderita sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan. Intinya, jika Anda merasakan ada yang tidak beres dengan jantung Anda, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar pemeriksaan jantung segera dilakukan. Jika Anda divonis menderita penyakit jantung koroner, Anda bisa tahu apa yang sebaiknya segera dilakukan untuk mengobatinya.

Wanita Dan Penyakit Jantung

Jika selama ini Anda berpikir bahwa penyakit jantung paling banyak menyerang pria daripada wanita, sebaiknya pikir ulang lagi.
ini adalah sebuah fakta yang valid bahwa ternyata penyakit jantung lebih banyak merenggut nyawa wanita dibandingkan laki-laki setiap tahunnya.
Di dunia ada 42% wanita dan hanya 24% pria yang meninggal setelah satu tahun berselang sejak mendapatkan serangan jantung pertama kali. Dan kaum perempuan rupanya mendapat lebih sedikit perawatan yang memadai sejak mendapatkan serangan jantung.
Dalam penelitian yang melibatkan penderita penyakit jantung, wanita hanya sedikit sekali terlibat. Fakta mengejutkan lainnya adalah lebih dari 8.6 juta wanita meninggal tiap tahunnya akibat penyakit jantung.

Banyaknya wanita yang mengidap penyakit jantung ternyata juga menarik beberapa peneliti untuk mengungkapkan alasan di balik fakta tersebut.
Alasan di balik tingginya angka penyakit jantung pada wanita salah satunya adalah kebiasaan perempuan di dunia. Khusus untuk daerah Asia, 53% wanita ternyata menghabiskan waktu untuk bekerja dengan duduk dan kurang berolahraga. Hal ini rupanya memicu gejala penyakit jantung pada banyak wanita.

Dan biasanya diperlukan waktu yang cukup lama bagi seorang dokter untuk mengenali gejala penyakit jantung pada wanita sebab pola nyeri dada dan perubahan EKG yang jarang terjadi. Memang, gejala penyakit jantung pada pria dan wanita sedikit berbeda.
71% wanita dengan penyakit jantung mendapatkan peringatan dini serangan jantung dengan perasaan lemah atau lelah mirip flu tanpa disertai nyeri dada. Profesional di bidang medis sering kali ditantang untuk mengenali gejala dini penyakit jantung pada perempuan yang sedikit berbeda dan bertindak dengan pedoman yang minim.

Dalam penelitian yang melibatkan 515 wanita penderita penyakit jantung, 95% mengaku bahwa mereka baru mengenali gejala penyakit jantung sebulan setelah mendapatkan serangan jantung pertama.
Berbedanya gejala penyakit jantung pada wanita dan pria membuat wanita kurang menyadari bahwa ada masalah pada kesehatan jantung mereka. Berikut adalah perbandingan gejala serangan jantung oleh wanita dan laki-laki.
Gejala Penyakit Jantung yang Dilaporkan Wanita Setelah Mendapat Serangan Jantung
Gejala Serangan JantungPersentase
Kelelahan yang tak Biasa. 70%
Gangguan Tidur. 48%
Sesak Nafas. 42%
Gangguan Pencernaan. 39%
Gelisah. 35%
Gejala yang dialami Pria saat Serangan Jantung
Gejala Serangan JantungPersentase
Sesak Nafas. 58%
Perasaan Lemah. 55%
Kelelahan yang tak biasa. 43%
Keringat Dingin. 39%
Pusing. 39%
Selain gejala serangan jantung yang berbeda dari gejala yang dialami pria, stres pada perkawinan rupanya juga menjadi pemicu tingginya angka penderita penyakit jantung pada wanita.
Nah, dengan mengetahui gambaran penyakit jantung pada wanita, Anda para wanita bisa menjadi lebih waspada terhadap serangan jantung. Pemeriksaan dini sebaiknya dilakukan jika Anda memiliki gejala yang sama.

Keringat Berlebih, Tanda Penyakit Jantung?

Anda sering berkeringat secara tidak wajar? Jangan khawatir! Temukan hal yang menarik dalam artikel ini. Berkeringat memang merupakan mekanisme untuk mendinginkan tubuh sehabis melakukan kegiatan yang terlampau berat dan melelahkan.
Dalam sebagian besar keadaan, ini memang  alami dan sehat. Namun, beberapa orang mengalami keringat yang berlebihan. Keadaan seperti ini disebut sebagai hiperhidrosis.
Masing-masing dari kita mustahil tidak mengeluarkan keringat, namun jika mengalami keringat berlebih/hiperhidrosis, apa yang perlu diketahui dan penanggulangan macam apa yang diperlukan?

Apa Itu Hiperhidrosis?

Hiperhidrosis adalah istilah yang digunakan para dokter untuk menyebut keringat berlebih. Hiperhidrosis adalah ketika seseorang mengeluarkan keringat lebih banyak dari yang seharusnya ia produksi dan hal ini tidak disebabkan oleh penyakit medis, kegiatan yang berlebihan atau akibat dari konsumsi obat kimia yang menyebabkan kelenjar keringat bermasalah.
Biasanya keringat berlebih ini terjadi pada ketiak, namun seringkali telapak tangan dan telapak kaki juga mengalami keringat berlebih bahkan sampai menetes.
Situasi stres seperti ujian, wawancara pekerjaan, atau peristiwa penting lainnya justru akan memperburuk keadaan ini. Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 jenis yaitu:
  • Hiperhidrosis fokal primer
    Seseorang mengeluarkan keringat berlebih hanya di area tubuh tertentu misalnya kepala, ketiak, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
  • Hiperhidrosis idiopatik generalisasi
    Seseorang memiliki kecenderungan mengeluarkan keringat berlebih di seluruh tubuhnya.
  • Hiperhidrosis sekunder generalisasi
    Seseorang mengeluarkan keringat berlebih akibat reaksi obat kimia seperti obat anti-hipertensi dan anti-depresi atau penyakit tertentu seperti penyakit jantung, mudah emosi, berdebar-debar, menopause, diabetes melitus dan stroke. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan bisa ke seluruh tubuh. Kondisi keringat berlebih ini bisa muncul kapan saja dan bahkan dapat muncul ketika tertidur lelap.

Hubungan Hiperhidrosis dan Penyakit Jantung

Hiperhidrosis biasanya tidak berkaitan dengan penyakit jantung seperti yang sering dipikirkan banyak orang. Telapak tangan atau kaki yang sering berkeringat belum tentu merupakan tanda gangguan jantung.
Hiperhidrosis biasanya disebabkan stimulasi emosi dan suhu. Jadi, keringat yang berlebihan hanya di kedua telapak tangan dan di kedua telapak kaki, tanpa disertai keluhan gejala-gejala gangguan jantung atau gejala sistematik jantung lainnya, kemungkinan besar hiperhidrosis tersebut hanya disebabkan oleh rasa cemas saja.
Maka sebelum menyimpulkan, kita dapat mencari informasi atau konsultasikan ke dokter terlebih dahulu apakah gejala keringat berlebih ini pertanda terkena penyakit jantung atau tidak.

Cara Menanggulangi Hiperhidrosis

Antiperspirant selalu diutamakan untuk menanggulangi keringat berlebih bagi beberapa orang di seputar dunia dan terbukti sangat efektif. Bahan yang sangat efektif adalah Alluminium Chlorida (20-25%) biasanya dipakai pada malam hari 2-3 kali/hari dalam kadar alkohol 70-90%.
Menurut pengalaman, pengobatan ini sudah cukup mengurangi keringat berlebih bagi yang frekuensi keringatnya hanya sekitar 50-70% dengan kadar lebih banyak atau perlu diulang secara teratur.
Maka jangan pernah menganggap keringat berlebih menandakan bahwa Anda telah mengidap penyakit jantung, usahakan mencari informasi untuk hasil yang lebih memuaskan bagi Anda dan keluarga yang Anda sayangi.

Ternyata, Tidur Siang Bisa Menekan Resiko Terkena Penyakit Jantung

Di zaman modern yang menuntut mobilitas tinggi, rehat sejenak untuk tidur siang bisa dibilang sudah hampir mustahil. Perhatikan saja fenomena di kantor-kantor, di pertokoan, kantor pemerintahan dan tempat-tempat sibuk lainnya.
Para pekerja nampak begitu terlena dengan berbagai aktifitasnya. Jangankan berpikir untuk tidur siang, jam makan siang saja sering dilanggar karena beban pekerjaan yang menumpuk.
Memang kenapa mesti tidur siang? Tidur siang sangat mungkin dianggap enteng oleh mayoritas orang. Namun, tahukah Anda bahwa dengan mengistirahatkan sejenak pikiran dan fisik Anda di siang hari, di tengah segala aktifitas kerja Anda, sangat bermanfaat dalam menurunkan resiko terkena penyakit jantung.
Begitulah faktanya, bahwa tidur siang yang dilakukan secara konsisten akan berefek dalam membantu kadar stres seseorang dan yang terpenting mampu menurunkan resiko terkena penyakit jantung.

Penelitian Seputar Tidur Siang

Klaim di atas tentu bukan sebatas bualan semata. Namun, kesimpulan yang berdasarkan hasil kerja ilmiah secara valid. Sebagaimana disimpulkan dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Sarah Conklin dan Ryan Brindle dari Allegheny University di Pennsylvania, tidur siang memberikan efek positif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Efek positif tersebut sangat mempengaruhi kondisi saluran kardiovaskular yang membantu dalam menjaga tekanan darah tetap seimbang. Beban kerja yang berat dan tingkat stres yang tinggi akan berimplikasi pada kelelahan fisik dan psikis yang selanjutnya akan menyebabkan tekanan darah menjadi tidak seimbang.

Kondisi demikian dalam jangka panjang akan memaksa kinerja jantung semakin berat dan lama-kelamaan jantung akan mengalami kelelahan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cronklin dan Brindle di atas melibatkan setidaknya 85 orang yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama melakukan tidur secara rutin minimal 1 jam sehari dan kelompok lainnya tidak melakukan tidur siang.
Pasca kuesioner dibagikan, yang kemudian diikuti dengan pemeriksaan tekanan darah dan interval denyut nadi, maka diperoleh kesimpulan bahwa memang tingkat stres kedua kelompok diatas tak terpaut signifikan.

Begitu juga bahwa aktifitas tidur siang tidak membantu menurunkan kadar stres secara drastis. Namun, apabila dibandingkan, kelompok yang melakukan tidur siang paling tidak satu jam dalam seharinya memiliki interval nadi dan tekanan darah yang cenderung stabil.
Begitu juga dengan hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh ilmuwan Yunani selama enam tahun lamanya yang menyimpulkan bahwa orang yang senantiasa tidur siang selama paling tidak 30 menit dalam setiap harinya memiliki resiko 37% lebih rendah terhadap gangguan penyakit jantung.
Hasil di atas semakin dilegitimasi dengan pendapat para ahli bahwa tidur siang sangat berperan dalam membuat orang untuk rileks dan bisa juga mengurangi tingkat stres.
Bahkan, persentase penyakit jantung lebih kecil ditemukan di negara-negara yang penduduknya rutin melakukan tidur siang dibandingkan negara yang penduduknya tidak pernah tidur siang.

Urgensi Tidur Siang bagi Pekerja

Tahukah Anda bahwa tidur siang telah membantu menurunkan resiko gangguan jantung pada para pekerja sebanyak 64%. Sedangkan pada pria pengangguran, hasilnya hanya sekitar 36% saja.
June Davison dari British Heart Foundation menyatakan bahwa tidur siang yang dilakukan di tengah-tengah jam kerja dapat membantu dalam mengurangi resiko penyakit jantung, terutama bagi kalangan pekerja. Maka, jadwal pekerjaan dengan waktu istirahat harus diseimbangkan.
Mengingat pentingnya tidur siang bagi para pekerja, sebuah perusahaan alumunium dan besi di Southington Connecticut, Yarde Metals memiliki ruangan khusus bagi para pekerjanya untuk tidur siang.

Fasilitas yang diberikan di ruangan khusus untuk tidur siang itupun terbilang lengkap dimana ada bantal yang lembut, sofa kulit, penerangan yang remang-remang untuk memaksimalkan tidur siang karyawannya.
Perusahaan tersebut sadar bahwa tidur siang banyak memberikan manfaat kepada setiap pekerjanya, bahkan tingkat produktifitas kalangan pekerja juga meningkat.
Mengingat betapa pentingnya tidur siang terutama untuk tingkat kesehatan organ vital manusia-jantung-maka, sebaiknya mulai saat ini Anda mengupayakan untuk tidur siang sekalipun sedang diburu oleh deadline pekerjaan.

Percayalah bahwa kalau Anda secara konsisten menyeimbangkan antara jam bekerja dan beristirahat maka kualitas hidup akan meningkat. Tidur siang memiliki banyak sekali manfaat, terutama untuk kesehatan jantung dan penurunan tingkat stres.
Oleh karena itu, melakukannya secara konsisten merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan dan juga produktifitas kerja. Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat saja yang selama ini terkenal memiliki penduduk yang "gila kerja", menyadari pentingnya tidur siang, kini sudah mulai memberikan waktu kepada para pekerjanya untuk beristirahat. Jadi, tidak ada alasan untuk kita tidak mengistirahatkan sejenak tubuh kita pasca makan siang.

Mengalami Jantung Bocor? Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan ?

Jantung bocor adalah suatu kondisi dimana terdapat lubang pada sekat jantung akibat kelainan struktur jantung. Umumnya, penyakit jantung bocor merupakan penyakit bawaan sejak lahir.
Karena itu, banyak penderita jantung bocor merupakan anak-anak. Angka penderita jantung bocor cukup tinggi. Data yang dirilis RS jantung Harapan Kita menyebutkan bahwa terdapat 9 bayi menderita jantung bocor per seribu kelahiran.

Mengapa Jantung Bocor Bisa Terjadi?

Proses terjadinya jantung bocor bisa terjadi sejak masa pembuahan pada wanita yang akan hamil. Proses pembentukan jantung janin terjadi pada masa awal pembuahan (konsepsi).
Formasi jantung seharusnya telah sempurna pada akhir masa trimester pertama kehamilan. Namun, tidak demikian halnya pada bayi yang mengalami jantung bocor.
Apa yang terjadi pada seseorang yang mengidap penyakit jantung bocor? Seperti diketahui, jantung terbagi menjadi empat bagian yaitu serambi kanan dan kiri, serta bilik kanan dan kiri, dan sekat jantung yang memisahkan bagian-bagian tersebut.
Jantung kanan mengandung darah kotor yang didominasi CO2, sedangkan pada jantung kiri banyak mengandung O2. Pada jantung normal, darah kotor dari jantung kanan dibawa terlebih dahulu ke paru-paru.
Setelah itu, baru diteruskan ke jantung kiri untuk dipompa ke seluruh tubuh. Sementara, pada jantung bocor, karena sekatnya bocor maka terjadi percampuran antara darah kotor dan darah bersih. Inilah yang membuat jantung tidak bisa berfungsi secara normal.
Beberapa gejala jantung bocor bisa dilihat dari kondisi berikut: Mudah lelah, nafas pendek, sering batuk, khususnya di malam hari; dada berdebar kencang, buang air kecil terlalu sering, sering merasa sakit di dada, sesak nafas, mudah pingsan, dan sering pusing.
Sedangkan gejala penyakit jantung bocor pada bayi dapat dicurigai apabila bayi tersebut gampang sakit, berat badannya tidak naik-naik, susah minum susu, atau gampang kelelahan.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan jika Mengalami Jantung Bocor?

Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan jika mengalami jantung bocor. Pertama, jelas harus dipastikan terlebih dahulu bahwa benar telah terjadi jantung bocor yaitu dengan melakukan pemeriksaan medis.
Pada tahap pemeriksaan tersebut akan dilakukan rontgen pada dada. Bila perlu, pemeriksaan lanjutan juga dapat dilakukan dengan menggunakan elektrokardiogram (EKG).
Ketika sudah dapat dipastikan bahwa jantung bocor benar terjadi, penyembuhan jantung bocor bisa dilakukan. Namun, memang proses penyembuhan belum bisa dilakukan saat masih janin.
Paling tidak, penanganan jantung bocor baru bisa dilakukan setelah bayi berusia tiga bulan. Pihak medis biasanya akan mempertimbangkan beberapa kondisi sebelum memutuskan langkah pengobatan jantung bocor.

Pertimbangannya meliputi usia pasien dan kondisi medis pasien. Metode pengobatan jantung bocor meliputi operasi jantung dimana dada akan dibedah atau dengan melakukan kateterisasi.
Tetapi tidak semua pasien bocor jantung bisa dikateterisasi. Jika letak kebocorannya agak dibawah akan sulit melakukan kateterisasi, pilihannya tetap harus dibedah terbuka.
Selain menggunakan pendekatan medis, tidak ada salahnya mencoba pengobatan alternatif jantung bocor. Pengobatan alternatif jantung bocor biasanya menggunakan obat-obat herbal yang terbuat dari tumbuhan seperti Noni Juice atau Sarang Semut.

Kedua jenis herbal tersebut sudah diketahui efektif digunakan untuk kesehatan jantung Anda. Namun, tentu saja harus diikuti dengan menjaga gaya hidup sehat.
Bagi wanita hamil terutama, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi. Sebab buruknya gizi dapat berpengaruh besar terhadap ketidaksempurnaan jantung janin. Hal Itulah yang kemudian menyebabkan jantung bocor terjadi.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung



Penyakit jantung merujuk pada penyakit yang menyerang jantung dan sistem pembuluh darah. Jantung adalah organ strategis dalam tubuh seseorang karena peranannya sebagai pemompa darah.
Ada banyak penyebab penyakit jantung seperti pola hidup, kelainan bawaan sejak lahir, dan pola makan yang tidak sehat. Serangan jantung merupakan akibat mematikan dari penyakit jantung koroner yang menjadi pembunuh wanita dan pria paling banyak di Amerika.
Faktanya, penyakit jantung tak hanya menyerang orang lanjut usia. Dewasa ini, banyak anak muda yang telah mengidap berbagai penyakit jantung. Bahkan bayi yang baru lahir bisa mengidap kelainan pada jantung.
Ada 50 lebih jenis penyakit jantung yang mengintai mereka yang memiliki pola hidup dan makan yang tidak sehat. Meskipun sudah ada beragam cara untuk menangani sakit jantung, dari medis hingga herbal, mencegah tetap lebih baik dari mengobati. Ini dia jenis-jenis penyakit jantung yang wajib Anda waspadai.

Gagal Jantung

 

Gagal Jantung atau Heart Failure adalah keadaan dimana jantung tidak bisa memasok aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan berpotensi mematikan. Terkadang gagal jantung sering disalahartikan sebagai serangan jantung.
Penyakit jantung jenis ini memiliki gejala antara lain: pembengkakan pada kaki dan tangan, penambahan atau pengurangan berat badan sebelum terjadi pembengkakan karena kelebihan cairan, nafas pendek, kelelahan yang terus menerus, angina atau ketidaknyamanan pada dada dan lengan karena penyumbatan arteri koroner.

Heart Valve Disease

 

Heart Valve Disease atau masalah pada katup jantung adalah keadaan dimana salah satu atau lebih katup jantung tidak bekerja dengan baik. Dalam beberapa kasus, orang-orang terlahir dengan masalah pada katup jantung sedangkan beberapa orang mendapatkan kelainan pada katup di masa hidupnya.
Kelainan pada katup jantung bisa disebabkan oleh infeksi, usia, dan karena penyakit lain. Hampir tak ada gejala yang ditemukan oleh penderita kelainan pada katup jantung.
Ada tiga jenis penyakit katup jantung: kebocoran, penyempitan, dan katup tanpa lubang. Tidak ada obat untuk kelainan pada katup jantung kecuali operasi. Tetapi bagi Anda yang tidak memiliki penyakit ini dari lahir, menjaga pola makan dan pola hidup adalah kunci untuk terbebas dari penyakit ini.

Aritmia

 

Ini adalah jenis penyakit jantung yang mengganggu yakni gangguan irama atau detak jantung. Detak jantung bisa lebih cepat, lebih lambat, dan tidak teratur. Faktor utama penyakit aritmia adalah kurangnya kalsium dalam tubuh dan terjadinya penyumbatan pembuluh darah jantung.
Penyumbatan pembuluh darah jantung yang juga berefek pada detak jantung yang tidak normal akan berakibat pada serangan jantung. Selain 2 hal tersebut penyebab aritmia lainnya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, kafein, alkohol, stres, kematian otot jantung, penyalahgunaan obat, dan terlalu aktifnya kelenjar thyroid.

Perikarditis

 

Jenis penyakit jantung ini adalah peradangan pada kantung jantung atau pericardium sehingga menimbulkan penimbunan cairan dan penebalan. Peradangan ini disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab yang umum adalah infeksi virus dan terapi penyinaran untuk kanker payudara.
Gejala yang timbul akibat perikarditis adalah sesak nafas, batuk, tekanan darah tinggi, dan kelelahan akibat kerja jantung menjadi tidak efisien. Penyakit jantung ini bisa didiagnosa melalui MRI atau kateterisasi jantung.
Mengonsumsi obat untuk mengurangi cairan dapat membantu mengurangi gejala perikarditis tetapi kesembuhan total dilakukan dengan mengangkat pericardium.

Penyakit Jantung Koroner

 

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh lapisan lemak atau kolesterol di dinding nadi yang menyumbat pembuluh darah. Akibat dari penyumbatan oleh lapisan lemak dan kolesterol ini adalah terganggunya proses suplai darah dari dan ke jantung.
Ketika darah tersumbat akibat lapisan lemak maka inilah yang disebut serangan jantung. Lapisan lemak dan kolesterol di dinding nadi diakibatkan oleh kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Jika seseorang merasakan gejala-gejala seperti nyeri di dada bagian tengah yang menjalar hingga ke lengan kiri dan leher bahkan sampai ke punggung, keringat dingin, dan rasa mual berarti orang tersebut kemungkinan menderita penyakit jantung koroner.
Untuk jenis penyakit jantung koroner bisa diobati dengan herbal yang telah diuji klinis dan diuji khasiatnya oleh ilmuwan dan dokter. Noni Juice ditambah dengan perubahan pola makan yang sehat akan mengembalikan fungsi jantung secara normal.
Masih banyak penyakit jantung yang belum dijelaskan disini. Namun yang paling umum adalah penyakit-penyakit jantung di atas. Waspadai gejalanya dan selalu berkonsultasilah ke dokter apabila salah satu penyakit jantung di atas menyerang anda.

Modifikasi Gaya Hidup dan Faktor Resiko untuk Pengobatan Penyakit Jantung


Modifikasi gaya hidup dan faktor resiko adalah bagian dari pengobatan penyakit jantung koroner yang tidak terpisahkan. Tak hanya itu, gaya hidup dan modifikasi faktor resiko juga merupakan sarana pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan oleh setiap individu.
Penyebab jantung koroner dan kelainan jantung lainnya lebih baik dicegah sebelum terlambat. Namun, jika sudah divonis mengidap penyakit jantung, perubahan gaya hidup dan penurunan faktor resiko sangat membantu pengobatannya.

Berhenti Merokok

 

Merokok dianggap sebagai faktor resiko utama terhadap perkembangan kematian otot jantung (myocardial infarction) yang fatal maupun yang tak fatal.
Pada penderita penyakit jantung yang meneruskan kebiasaan merokoknya, mereka memiliki persentase kematian hingga 82%. Sedangkan mereka yang memilih untuk berhenti hanya memiliki 37% persentase kematian.
Banyak dokter yang akan memberikan berbagai bentuk dukungan untuk berhenti merokok bahkan bagi mereka yang dikategorikan sebagai perokok berat (lebih dari 10 batang/hari) akan ditawarkan terapi pengganti nikotin sebab keberhasilan dengan terapi ini cukup tinggi.

Perubahan Pola Makan/Modifikasi Diet

 

Perubahan pola makan sangat jelas merupakan tambahan yang dianjurkan sebagai terapi penurunan lemak. Namun, diet rendah lemak hanya akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah sebesar 5% bahkan untuk mereka yang konsisten.
Sedangkan modifikasi dalam diet akan memberikan keuntungan lebih berupa sarana pencegahan. Keuntungan lebih ini biasanya didapatkan oleh mereka yang menerapkan pola Mediteranian diet atau yang menambahkan lemak ikan beromega tinggi.
Selain itu, mengonsumsi minuman beralkohol maksimal 21-28 unit per minggu (1 unit=8gr) untuk pria dan 14-21 unit untuk wanita dapat menurunkan resiko terserang jantung koroner.

Obesitas

 

Ada hubungan erat antara indeks masa tubuh/body mass index (BMI) dengan resiko penyakit jantung. Tidak ada percobaan yang dilakukan untuk menunjukkan bahwa penurunan berat badan pada pasien obesitas dengan penyakit jantung koroner akan berefek pada gejala yang timbul.
Namun, sangat masuk akal bahwa penurunan berat badan akan menurunkan frekuensi angina, faktor resiko penyakit jantung seperti hipertensi dan diabetes melitus, dan prognosis (prediksi tentang penyakit: akan sembuh/tidak, dengan cacat atau tidak).

Olahraga dan Pemulihan Jantung

 

Dibandingkan mereka yang menghabiskan sepanjang hari tanpa bergerak, mereka yang aktif melakukan olahraga hanya memiliki resiko penyakit jantung 1/2 nya saja. Olahraga teratur akan berefek pada tekanan darah dan kadar lemak.
Para ahli menyarankan untuk olahraga minimal 3 kali seminggu, 30 menit setiap kali berolahraga. Olahraga aerobik rutin akan memproteksi seseorang dari bahaya berkembangnya penyakit jantung koroner.

Menurunkan Faktor Resiko Penyakit Jantung

 

Jika seseorang memiliki faktor resiko penyakit jantung seperti diabetes melitus, hipertensi, dan hiperkolesterolemia, maka faktor resiko ini harus diobati. Banyak dari penderita diabetes bukan meninggal akibat penyakit gula itu sendiri tetapi karena komplikasi jantung.
Orang dengan jantung koroner diwajibkan untuk memiliki tekanan darah di bawah 140/85 mmHg. Penderita hiperkolesterolemia dengan kadar kolesterol rata-rata (<5.0 mmol/L) dianjurkan untuk menjalani terapi penurunan lemak hingga kadar lemak mencapai kurang dari 4.0 mmol/L.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template Modifiy by Inzonatio
© 2013 Inzonatio, ketika Kumpulan Huruf Menjadi Judul Besar
Proudly powered by Blogger
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS